Halo, Lur. Mecakawani di sini. Tidak terasa ya kita sudah berdiri selama (hampir) 22 tahun. Dari yang awalnya Event Band Mecakawani (kepanitiaan Agustus Kp. Bojongloa) sampai akhirnya di tahun 2000-an dipakai untuk lomba lintas alam, nama Mecakawani ini masih sakral terdengar.Terutama kita-kita nih, ya, yang terlahir asli di tanah Bojongloa. Walau sempat redup dan tidak lagi dipakai dalam kegiatan apapun, Pada akhirnya di tahun 2008 Mecakawani kembali dipakai, dan mengubah konsepnya menjadi komunitas penggiat alam bebas (hingga sekarang)
Selamat datang di era baru Mecakawani. Mecakawani Adventure: Explore Your Limits
Memang, dari cerita perjalanan yang panjang itu kita banyak melewati berbagai guncangan. Dari segi pemahaman, kesepakatan, diskusi dan masih banyak lagi. Dengan kondisi seperti itu bahkan Mecakawani tetap dipertahankan, dalam arti lain; tidak terlalu terpengaruh untuk memilih mundur dan membubarkan. Prihatin ya? tapi memang seperti itu keadaannya.Tidak perlu kita diskusikan panjang mengenai isu-isu itu, karena dalam suatu organisasi yang tidak punya fondasi memang berat untuk “bahkan sekadar berdiri” apalagi berjalan.
Seiring perubahan zaman, diantara kita memilih untuk menjeda aksi menggiati alam. Beberapa mungkin lelah atas faktor usia, dan beberapa yang lain mungkin juga bosan. Karena bukan tidak mungkin lagi, di era sekarang tentu orang-orang lebih menikmati waktu bersantai dengan hanya sekadar duduk-duduk di teras rumah, atau rebahan di ranjang yang hangat. Sembari menonton video-video pendek, tertawa, dan bercerita pada teman. Menyenangkan.Sementara kita yang masih mau nama Mecakawani bertahan, tidak mungkin juga memaksa yang lain untuk ikut serta, dan bernostalgia pada kegiatan-kegiatan dulu yang pernah kita lakukan. Kita tidak mungkin menggiring opini yang bukan-bukan, alih-alih menjatuhkan sebagian, itu akan menjadi mimpi buruk untuk nama besar. Kita yang masih mau nama Mecakawani bertahan, berpikir panjang; apa yang mesti kita lakukan?
Pada suatu kesempatan, beberapa di antara kita akhirnya menentukan pertemuan. Ya, kita yang masih mau nama Mecakawani bertahan adalah sebagian kecil dari banyaknya kita waktu itu. Kita yang masih mau nama Mecakawani bertahan adalah orang-orang yang juga sama-sama disibukan. Berbeda kota, berbeda tujuan. Tapi ternyata kita yang masih mau nama Mecakawani bertahan masih sama-sama mengenang indah riwayat acara yang pernah kita adakan. Kita mau itu ada lagi, tapi kita tidak bisa memaksa sebagian dari kita yang tidak ada. Maka terjadilah pertemuan itu.
30 November 2024
Pertemuan diadakan dengan sangat sederhana. Lima punggawa utama dilengkapi dua generasi Mecakawani hadir di pertemuan ini. Ujung Genteng Sukabumi menjadi tempat final dari pertemuan yang digelar. Banyak diskusi yang akhirnya kita sepakati. Dari mulai mengubah skema, konsep, visi, misi sampai berujung pada perubahan logo Mecakawani Adventure. Bayangkan betapa beratnya diskusi itu sampai menyinggung perubahan logo, yang kita semua tahu; logo Mecakawani Adventure kita bentuk lama dan sakral di banyak telinga.
Kita berat untuk harus mengubah logo utama, dan kita yang lain setuju untuk menggantinya. Mengingat banyak sekali riwayat buruk yang sudah kita buat, maka lebih baik untuk menghapus dan menggantinya. Banyak rencana-rencana yang tidak nyata, banyak misi-misi yang tidak terealisasikan akhirnya. Maka pada kesempatan ini, kita membentuk, sekaligus mengabarkan pada kita yang lain bahwa kita telah mendirikan sebuah induk media bagi Mecakawani. Kita sudah menyiapkan media apa saja yang ada di dalam induk ini, tapi belum bisa kita kabarkan di sini, sekarang.
Selamat datang di era baru Mecakawani. Mecakawani Adventure: Explore Your Limits


Tidak ada komentar:
Posting Komentar